Banyak pemilik penginapan skala kecil sampai menengah di Indonesia masih mengelola operasional lewat Excel, catatan tempel, dan WhatsApp. Akibatnya booking tersebar di mana-mana, occupancy baru ketahuan saat closing akhir bulan, tidak ada catatan tamu mana yang pernah menginap, dan tidak jelas channel mana yang paling menyumbang revenue. HuniStay menyatukan semuanya dalam satu dashboard yang ringan, real-time, dan berbahasa Indonesia.
Manfaat Utama
Real-time, bukan akhir bulan
Occupancy, revenue, dan check-in ter-update terus tanpa perlu refresh — keputusan bisa diambil hari ini, bukan setelah closing.
Multi-properti satu akun
Hotel, villa, kosan, dan homestay dikelola bersamaan. Data tiap properti terisolasi aman lewat Postgres RLS.
Cloud tanpa ribet
Semua berjalan di browser. Tidak ada instalasi, tidak ada server yang harus dirawat, bisa diakses dari mana saja.
Indonesia-first
UI Bahasa Indonesia, integrasi OTA lokal (Traveloka, Agoda, Booking.com), payment gateway lokal, zona waktu dan mata uang Indonesia.
Setup 5 menit
Onboarding wizard dengan tipe kamar bawaan dan validasi yang ramah. Properti kecil bisa langsung jalan hari itu juga.
Tumbuh bersama properti
UI menyembunyikan fitur multi-properti kalau baru punya satu, lalu terbuka saat mulai scale ke banyak lokasi.
Cocok Untuk
Dashboard Real-Time
Occupancy, revenue, dan check-in hari ini dalam satu layar, ter-update terus-menerus.
Manajemen Kamar
Cek ketersediaan dan status kamar tanpa membuka spreadsheet.
Reservasi End-to-End
Satu alur dari pemesanan sampai tamu keluar.
CRM Tamu & Loyalty
Tahu siapa yang pernah menginap dan siapa yang layak diprioritaskan.
Analytics & Laporan
Sepuluh jenis laporan yang tergenerate sendiri dari data operasional.
Multi-Property Management
Satu akun untuk banyak properti dengan tipe yang berbeda-beda.
Faktur & Layanan Tambahan
Faktur tamu terbit rapi tanpa menyusun manual.
Tim & Hak Akses
Tambahkan staf sesuai perannya.
OTA Channel & Payment (Roadmap)
Dalam pengembangan — ditampilkan apa adanya, belum aktif.
Paket Berlangganan
Model harga per-properti: tiap properti bisa memakai tier yang berbeda, jadi hanya properti yang butuh saja yang dibayar penuh.
